Gaya adhesi adalah hasil dari interaksi antara molekul-molekul di permukaan bahan yang berinteraksi secara fisik atau kimia. Pada tingkat molekuler, adhesi terjadi karena gaya tarik menarik antara molekul-molekul di permukaan yang berbeda. Ada beberapa gaya yang berkontribusi terhadap adhesi, termasuk gaya Van der Waals, yakni interaksi polar, dan ikatan kimia yang lebih kuat. Gaya Van der Waals melibatkan gaya dispersi (London), gaya dipol-dipol, dan gaya dipol-induksi, yang muncul karena fluktuasi dalam distribusi elektron pada molekul-molekul.
Jenis – Jenis Adhesi
Terdapat berbagai jenis adhesif berdasarkan reaksi kimia, bentuk, dan aplikasinya sebagaimana dijabarkan dibawah ini :
1. Adhesi Molekuler
Adhesi molekuler terjadi ketika molekul-molekul di permukaan dua bahan berinteraksi melalui gaya van der Waals. Gaya van der Waals melibatkan gaya dispersi (London), gaya dipol-dipol, dan gaya dipol-induksi.
Gaya-gaya ini muncul karena fluktuasi dalam distribusi elektron pada molekul-molekul. Adhesi molekuler sering terjadi antara permukaan nonpolar atau polar.
2. Adhesi Adhesif
Jenis adhesi ini melibatkan penggunaan adhesif, seperti lem atau perekat, untuk membentuk ikatan antara dua permukaan bahan yang berbeda.
Adhesif ini bisa berupa lem kertas, perekat plastik, atau perekat medis yang digunakan untuk mengikat dan menyatukan bahan-bahan yang berbeda.
Adhesi adhesif umumnya melibatkan interaksi fisik dan kimia antara adhesif dan permukaan bahan, yang menciptakan ikatan yang kuat.
3. Adhesi Kohesi
Jenis Adhesi kohesi akan terjadi ketika molekul-molekul dalam suatu bahan saling berinteraksi. Adhesi kohesi penting dalam mempertahankan integritas struktural bahan itu sendiri.
Ini mencakup ikatan antar-molekul dalam suatu zat, seperti ikatan hidrogen dalam air atau ikatan disulfida dalam karet.
4. Adhesi Mekanik
Adhesi mekanik terjadi ketika dua permukaan bergerigi atau berkontur yang tidak rata saling menyatu dan mengunci satu sama lain.
Hal tersebut menciptakan kekuatan mekanik dan menahan gerakan atau pemisahan permukaan. Contoh adhesi mekanik termasuk gigi rasio, perekat Velcro, atau penguatan mekanik pada beton.
5. Adhesi Elektrostatik
Jenis yang terakhir dari adhesi adalah elektrostatik yang terjadi ketika muatan listrik di permukaan bahan menciptakan tarikan atau penolakan antara dua permukaan yang berbeda.
Ini dapat terjadi ketika satu permukaan bermuatan positif dan yang lain bermuatan negatif. Adhesi elektrostatik sering terjadi pada bahan yang memiliki sifat listrik yang khas, seperti plastik atau kaca.
Adhesi Tinta Pada Logam dalam percetakan UV
Didalam industry kemasan Terutama untuk makanan dan minuman, kualitas kemasan itu ka main-main Kemasan bukan cuman bikin produk terlihat keren , namun juga harus menjaga daya tahan produk serta keaamanan produk tersebut hingga sampai ke tangan konsumen.
Nah. Salah satu aspek krusial yang tidak di pahamin orang awam Adalah adhesi atau daya rekat lapisan logam ke kemasan.
Dalam hal pencetakan UV, ini lebih dari sekadar mendapatkan warna dan presisi yang tepat. Ujian sebenarnya dari sebuah cetakan yang bagus adalah seberapa baik cetakan tersebut bertahan—apakah cetakan tersebut tahan terhadap gesekan, tekukan, panas, atau air. Salah satu tantangan terbesar dalam pencetakan UV adalah membuat tinta menempel, terutama pada bahan dengan energi permukaan rendah, seperti plastik atau logam.
Artikel ini menjelaskan cara meningkatkan daya rekat tinta UV, pentingnya memilih permukaan (atau substrat) yang sesuai, dan peran perlakuan awal
Bahan Substrat
Jenis bahan yang Anda gunakan untuk mencetak mempengaruhi seberapa baik tinta menempel. Tekstur permukaan bervariasi antara bahan seperti plastik, logam, dan kertas. Misalnya, polimer dan logam yang halus mungkin tidak dapat menahan tinta atau permukaan yang lebih kasar seperti kertas. Mengetahui bagaimana materi Anda bereaksitinta UV memungkinkan Anda membuat modifikasi yang sesuai.
Misalnya, bandingkan permukaan plastik bertekstur dengan permukaan halus untuk memahami perbedaan daya rekatnya.
Energi Permukaan
Energi permukaan mengukur bagaimana permukaan material berikatan dengan tinta. Bahan dengan energi permukaan rendah, seperti beberapa plastik, menolak tinta. Pra-perawatan dapat meningkatkan energi permukaan sehingga tinta dapat menempel lebih baik.
Polietilen dan polipropilen adalah plastik biasa dengan energi permukaan rendah; corona treatment dapat membantu meningkatkan daya rekat tinta.
Komposisi Tinta
Komposisi tinta UV juga mempengaruhi kepatuhan. Beberapa tinta mungkin terlalu kental atau terlalu cepat kering sehingga sulit menempel pada permukaan. Menemukan keseimbangan yang tepat dalam formulasi tinta membuatnya menempel pada permukaan.
Adhesi Tinta Pada Permukaan Plastik
Daya rekat lapisan tinta pada substrat disebut daya rekat tinta. Dalam pencetakan gravure plastik, terdapat banyak faktor yang memengaruhi daya rekat tinta pada permukaan substrat. Hanya melalui analisis dan evaluasi komprehensif terhadap komponen tinta, sifat pelarut, dan sifat substrat, daya rekat tinta dapat ditingkatkan secara signifikan.
Uji ketahanan lekat tinta umumnya diukur dengan menempelkan dan menarik selotip. Jika tinta berpindah dalam area yang luas atau seluruhnya setelah ditempel dan ditarik, artinya tinta memiliki daya rekat yang buruk pada film cetak. Daya rekat tinta yang buruk akan menyebabkan tinta berpindah dalam area yang luas atau bahkan seluruhnya saat film komposit dibuka, sehingga menghasilkan kekuatan komposit yang rendah dan memengaruhi penggunaan kantong kemasan komposit.
Rasio pelarut asli dan pelarut palsu dalam pelarut tinta juga akan memengaruhi daya rekat tinta. Meskipun pelarut palsu tidak dapat melarutkan resin secara langsung, kombinasinya dengan pelarut asli dapat membuat polaritas sistem pelarut campuran dapat disesuaikan dalam rentang yang luas, sehingga dapat beradaptasi dengan polaritas resin tinta itu sendiri dan mencapai solvabilitas terbaik.
Molekul resin diregangkan secara mikroskopis dalam sistem pelarut dengan polaritas yang sesuai, yang mendukung dispersi dan pembasahan selama proses penggilingan dengan pigmen, dan untuk mencapai keadaan kemasan yang seragam. Namun, jika proporsi pelarut palsu tidak seimbang, stabilitas sistem resin akan menurun, molekul resin mikroskopis akan menggulung, dan bahkan beberapa molekul resin akan terjerat dan terbungkus oleh pelarut palsu, yang tidak akan terbentuk dengan baik dengan partikel pigmen selama proses dispersi. Pembasahan yang terlalu baik akan memengaruhi keseragaman fiksasi tinta dan pembentukan lapisan tipis pada permukaan substrat, dan daya rekatnya akan berkurang.
Dapat dilihat bahwa pada tinta cetak gravure plastik, terdapat banyak faktor yang memengaruhi daya rekat tinta pada permukaan substrat. Hanya dengan mempertimbangkan indikator kinerja tinta secara komprehensif, tinta dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap daya rekat. Meskipun mengalami peningkatan, hal ini tidak akan memengaruhi sifat-sifat tinta lainnya.
Penutup
Adhesi tinta pada plastik dan logam bergantung pada kekuatan tarik antar molekul tinta dan permukaan substrat (gaya adhesi), yang dipengaruhi oleh sifat permukaan material dan formulasi tinta. Pada plastik, adhesi sering dipengaruhi oleh tegangan permukaan, sementara pada logam, adhesi yang baik dipengaruhi oleh permukaan yang bersih dari oksida. Untuk mendapatkan adhesi yang kuat, seringkali diperlukan perawatan permukaan seperti perawatan plasma, atau penggunaan tinta dengan formulasi khusus dan primer.
Ditulis oleh : Aldo